Prestasi membanggakan kembali diraih
mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Dalam ajang bergengsi Pekan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026,
dua tim mahasiswa FEB UNM berhasil lolos tahap pendanaan nasional dan siap
melaju menuju KMI Expo 2026 yang akan diselenggarakan di Universitas Jenderal
Soedirman, Purwokerto.
Dari 16 tim yang mendaftar pada seleksi
internal UNM, hanya dua tim yang berhasil lolos pendanaan. Kedua tim tersebut
adalah tim usaha kuliner BananaGih dan tim jasa kreatif Ranahdesain.
Tim BananaGih diketuai oleh Nurlaily
Fitriani bersama anggota timnya yang mengembangkan produk keripik pisang dengan
berbagai varian rasa. Produk ini hadir sebagai solusi inovatif untuk
meningkatkan nilai jual pisang tanduk asal Luwu Timur yang kerap mengalami
penurunan harga saat panen raya.
Menurut Nurlaily, keikutsertaannya
dalam P2MW menjadi pengalaman kedua setelah sebelumnya pernah lolos tahap
pendanaan sebagai anggota tim. Tahun ini, dirinya dipercaya menjadi ketua tim
dan bertekad membawa BananaGih melaju hingga KMI Expo.
“Alasan kami mengikuti P2MW karena
tahun lalu tim kami hanya sampai tahap pendanaan dan belum berhasil lolos ke
KMI Expo. Tahun ini kami ingin membawa tim ini lebih jauh,” ujarnya.
BananaGih sendiri masuk dalam kategori
makanan dan minuman dengan fokus pemberdayaan petani lokal melalui pengolahan
hasil pertanian menjadi produk bernilai jual lebih tinggi. Ke depannya, tim ini
menargetkan BananaGih dapat dikenal lebih luas, memperkuat branding produk,
memperluas pemasaran digital, serta membuka peluang usaha bagi mahasiswa dan
masyarakat sekitar.
Sementara itu, tim Ranahdesain yang
diketuai oleh Adriansyah bersama Nur Maqfiroh Putri Safruddin, Dwi Nabila
Azzahra, Kurniawati Malik, dan Resky Suliasti, menghadirkan solusi kreatif di
bidang branding dan desain visual untuk UMKM.
Ranahdesain berfokus membantu pelaku
UMKM memperkuat identitas bisnis melalui desain visual yang disesuaikan dengan
segmentasi pasar dan kebutuhan usaha masing-masing.
“Tahun ini persaingan sangat ketat.
Dari 16 tim yang mendaftar di tingkat internal UNM, hanya dua tim yang berhasil
lolos ke tahap pendanaan nasional. Alhamdulillah proposal kami dinilai memenuhi
standar panduan dan logika bisnis yang kuat,” ungkap Adriansyah.
Kedua tim mengaku proses persiapan
dimulai dari penyusunan proposal bisnis yang matang, menyesuaikan seluruh
komponen dengan panduan P2MW, hingga menyusun strategi pitching dasar secara
sistematis. Pengalaman belajar kewirausahaan selama perkuliahan di FEB UNM
menjadi bekal penting dalam penyusunan proposal mereka.
Keberhasilan ini juga tidak lepas dari
dukungan para dosen pembimbing, di antaranya Ibu Asmayanti dan Bapak Hajar
Dewantara, yang turut mendampingi proses penyempurnaan proposal hingga tahap
seleksi nasional.
Selama kurang lebih 3–4 bulan ke depan,
kedua tim akan menjalani masa pengembangan usaha melalui pendanaan P2MW sebelum
nantinya mengikuti KMI Expo 2026 sebagai output utama program tersebut.
Bagi kedua tim, P2MW bukan sekadar
kompetisi, tetapi juga wadah pengembangan diri dan pembelajaran nyata dalam
dunia entrepreneurship. Mereka menilai mahasiswa FEB sangat penting untuk aktif
mengikuti kompetisi karena mampu melatih kreativitas, kemampuan manajerial,
kepemimpinan, hingga penerapan teori bisnis secara langsung.
“Jangan takut kalah maupun menang,
karena dari kegagalan kita bisa belajar dan berkembang. Yang paling penting adalah
terus mencoba dan berani berproses,” pesan Nurlaily kepada mahasiswa FEB
lainnya.
Hal senada juga disampaikan Adriansyah
yang berharap semakin banyak mahasiswa FEB UNM berani mengambil peluang dan
menunjukkan potensi diri melalui kompetisi.
Prestasi dua tim ini menjadi bukti
bahwa mahasiswa FEB UNM mampu menghadirkan inovasi bisnis kreatif dan solutif
yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak
sosial bagi masyarakat.
Penulis: Andi Aisyiah Rahmatillah &
Gede Nirawati (SynergyZ)